Interview Tips

7 Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Profesional Indonesia Saat Interview Bahasa Inggris

15 Juli 2026 · 7 menit baca

Setelah mendampingi banyak profesional Indonesia mempersiapkan interview di perusahaan multinasional, ada pola kesalahan yang muncul berulang kali bukan soal kosakata atau grammar, tapi soal kebiasaan yang tanpa sadar mengurangi kesan percaya diri dan profesional di mata interviewer.

1. Terlalu Sering Meminta Maaf di Awal Kalimat

"Sorry, my English is not very good, but..." adalah kalimat pembuka yang sebaiknya dihindari sepenuhnya. Kalimat ini justru menanamkan keraguan di kepala interviewer sebelum kamu sempat menjawab apapun. Langsung masuk ke jawaban tanpa disclaimer akan terdengar jauh lebih percaya diri, bahkan kalau jawabannya tidak sempurna secara grammar.

2. Menerjemahkan Kalimat Bahasa Indonesia Secara Harfiah

Pola kalimat seperti "I have a strong background in..." atau "I want to develop myself" sering terdengar kaku karena merupakan hasil terjemahan langsung dari Bahasa Indonesia. Bahasa Inggris punya cara sendiri untuk menyampaikan ide yang sama biasanya lebih ringkas dan langsung ke poin.

Profesional sedang menjawab pertanyaan dalam sesi interview kerja
Kebiasaan kecil dalam cara menjawab sering berdampak lebih besar dari sekadar ketepatan grammar.

3. Jawaban Terlalu Panjang Tanpa Struktur yang Jelas

Semakin gugup, semakin banyak orang cenderung bicara terus tanpa henti, berharap salah satu bagian jawabannya "kena" di telinga interviewer. Hasilnya justru sebaliknya interviewer kesulitan menangkap poin utama. Jawaban yang terstruktur dengan format STAR biasanya lebih singkat, lebih jelas, dan lebih mudah diingat.

4. Nada Bicara yang Monoton karena Fokus ke Grammar

Ketika terlalu fokus memastikan tenses dan grammar benar, banyak kandidat kehilangan variasi nada suara sehingga jawaban terdengar datar dan kurang meyakinkan, meski secara teknis kalimatnya benar. Interviewer sering menilai kepercayaan diri dari nada bicara, bukan cuma isi jawaban.

5. Tidak Menyiapkan Pertanyaan untuk Interviewer

Saat ditanya "Do you have any questions for us?", menjawab "No, I think you already explained everything" adalah kesempatan yang terlewat. Menyiapkan 2-3 pertanyaan yang relevan menunjukkan ketertarikan yang serius dan membuat kamu terlihat lebih proaktif.

Sesi tanya jawab di akhir interview kerja profesional
Pertanyaan balik ke interviewer adalah kesempatan menunjukkan ketertarikan yang serius, bukan formalitas.

6. Jawaban Tanpa Angka atau Hasil Konkret

"I improved the team performance" terdengar jauh lebih lemah dibanding "I improved the team's on-time delivery rate from 70% to 92% over six months." Interviewer di level manajerial ke atas hampir selalu mencari bukti dampak yang terukur, bukan klaim umum.

7. Terlalu Fokus ke Kesempurnaan Grammar, Lupa Menjaga Eye Contact

Terutama saat interview online, banyak kandidat sibuk memikirkan susunan kalimat yang benar sampai lupa menjaga eye contact ke kamera dan bahasa tubuh yang terbuka. Interviewer menilai keseluruhan kesan, bukan cuma transkrip kata-kata yang diucapkan.

Cara Memperbaiki Ketujuh Kebiasaan Ini

Kabar baiknya, semua kebiasaan di atas bisa diperbaiki dengan latihan yang tepat bukan dengan belajar grammar lebih banyak, tapi dengan latihan menjawab secara lisan berulang kali sambil mendapat feedback langsung. Merekam diri sendiri saat menjawab mock interview, lalu mendengarkan ulang dengan fokus ke nada dan struktur, adalah cara paling cepat untuk menyadari kebiasaan mana yang perlu diperbaiki.

Kesimpulan

Kebanyakan kesalahan di atas tidak disadari oleh yang melakukannya karena sudah menjadi kebiasaan lama. Butuh mata dari luar biasanya seseorang yang punya pengalaman nyata melakukan hiring interview untuk mengidentifikasi kebiasaan ini secara spesifik. Begitu disadari, perbaikannya biasanya jauh lebih cepat dari yang dikira.

Siap latihan interview bahasa Inggris kamu?

Konsultasi gratis 15–30 menit untuk tahu program yang paling cocok dengan kebutuhan kamu.

Konsultasi Gratis